Jonathan David baru-baru ini mengalami momen pahit ketika penalti Panenka-nya gagal saat melawan Lecce. Dibawah ini akan ada penjelasan seputar berita bola menarik lainnya di GOAL BUSHIDO.

Tendangan tersebut menuai kritik dari media dan suporter, meninggalkan beban psikologis yang cukup berat bagi striker asal Kanada ini. Namun, David menegaskan bahwa yang paling menyakitkan bukan cemoohan, melainkan rasa kecewa pribadi karena hasil pertandingan saat itu hanya imbang.
Ia menganggap kemenangan adalah hal terpenting, dan kegagalan penalti terasa seperti kekalahan pribadi yang harus segera ia atasi. Dalam wawancara dengan DAZN Italia, David menjelaskan bahwa ia mencoba mengecoh kiper dengan gaya Panenka, namun eksekusinya tidak sesuai harapan. Meski begitu, ia menegaskan fokusnya tetap pada tim dan pertandingan berikutnya sebagai cara untuk bangkit dari tekanan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Momen Penebusan Melawan Sassuolo
Kesempatan untuk menebus diri datang saat Juventus melawan Sassuolo. Dalam kemenangan 3-0, David akhirnya memecahkan puasa gol selama 16 pertandingan, sekaligus menyumbang satu assist untuk Fabio Miretti.
Golnya menjadi simbol pelepasan beban psikologis yang menumpuk sejak penalti gagal. David menegaskan bahwa momen ini lebih dari sekadar catatan statistik; itu adalah bukti bahwa kerja kerasnya di lapangan tidak sia-sia.
Perayaan gol juga menegaskan dukungan rekan setim dan pelatih Luciano Spalletti. Semua pemain, termasuk cadangan dan staf, berlari menghampirinya untuk merayakan bersama, menunjukkan ikatan yang kuat di ruang ganti Juventus.
Baca Juga: Cedera ACL Kembali Menghantam Riqui Puig, Bintang LA Galaxy Dipastikan Absen Hingga 2027
Solidaritas Tim yang Menguatkan

Solidaritas yang ditunjukkan tim menjadi salah satu faktor penting bagi kebangkitan David. Fabio Miretti bahkan menegaskan bahwa ruang ganti Juventus sangat bersatu, selalu mendukung pemain yang sedang mendapat tekanan dari luar.
David mengaku tersentuh dengan dukungan ini. Kehadiran Spalletti di perayaan gol dan sorak-sorai rekan setim membuatnya merasa diterima dan diperkuat secara mental, sehingga tekanan dari kritik eksternal tidak lagi terlalu membebani.
Solidaritas ini menunjukkan bahwa Juventus bukan hanya tim yang fokus pada hasil di lapangan, tetapi juga peduli pada kondisi mental pemainnya. David pun merasa semakin termotivasi untuk terus memberikan performa terbaik bagi tim.
Titik Balik Mental dan Fokus ke Depan
Gol ke gawang Sassuolo menjadi titik balik mental bagi David. Ia merasa beban yang ia rasakan setelah penalti gagal mulai hilang, digantikan dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi. David menegaskan bahwa fokusnya kini tetap pada pertandingan berikutnya dan kompetisi yang akan datang.
Ia ingin membuktikan bahwa ia mampu memberikan kontribusi maksimal, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi kemenangan tim. Momen ini juga menjadi bukti pentingnya dukungan internal dalam tim. Dengan mental yang kembali stabil, David diharapkan mampu tampil konsisten dan menjadi salah satu kunci Juventus meraih hasil positif di sisa musim Serie A. Simak informasi seputar sepak bola lainnya hanya di goalbushido.com.
